“Mengelolah Sebuah Organisasi”
Hy Ukhti..., bertemu lagi dengan saya Halimah sekarang ini
saya ingin berbagi ke teman-teman semua apa yang saya dapatkan selama kegiatan
yang saya ikuti pada tanggal 6-7 Juni 2015. Adapun nama kegiatannya yaitu OMT
(Organization Manajemen Training) oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan
UNHAS. Di OMT kami diajarkan bagaimana memanajemen sebuah organisasi baik dari
segi pelaksananya maupun dari segi pengelolaan keuangannya. Nah berikut ini
saya akan berbagi ke teman-teman mengenai manajemen kegiatan dan Budgeting.
Manajemen Kegiatan
Wahai
Ukhti dalam melakukan kegiatan khususnya dalam dunia organisasi perlu manajemen
atau strategi untuk mencapai kegiatan yang terarah dan sesuai dengan tujuan dan
kebutuhan organisasi itu sendiri. Nah oleh karena itu perlu adanya tahap-tahap
yang harus kita perhatikan antara lain:
1. Perencanaan
Perencanaan
(Planning) adalah tahap awal sebelum melaksanakan
sebuah kegiatan. Dalam perencanaan inilah kita membuat sebuah konsep kegiataan
yang sesuai dengan kebutuhan organisasi itu sendiri. Dalam perencanaan yang
harus diperhatikan adalah:
a. Visi
misi
Visi misi adalah
landasan utama dalam bertindak bagi suatu organisasi. Semua kegiatan yang
dilakukan harus berpedoman pada tujuan awal kita yaitu terdapat pada visi misi
suatu organisasi.
b. Strategi
Strategi adalah
teknik yang digunakan dalam mewujudkan kegiatan. Dengan strategi dapat
menentukan keberhasilan suatu kegiatan. Setiap organisasi memiliki jenis
kegiatan yang sama namun strategi yang berbeda sehingga muncullah bahwa
kegiatan itu sukses atau tidak.
c. Tujuan
Dalam membuat sebuah
perencanaan kegiataan terlebih dahulu kita menentukan apa tujuan kegiatan itu
dilakukan? Apa manfaat bagi organisasi itu sendiri? Apakah sesuai dengan
kebutuhan organisasi itu (visi misi)? Dan apa manfaatnya bagi masyarakat?
d. Renstra
(Rencana Strategi)
Setelah membuat
konsep kegiatan secara umum, menentukan strategi yang ingin ditempuh dan
menentukan tujuan kegiatan tersebut. Maka yang harus dilakukan selanjutnya
adalah membuat rencana strategi lebih spesifik yaitu ROP dua minggu sebelum
kegiatan ROP harus dikumpul kepada SC kegiatan sebagai dasar atau gambaran
kegiatan yang akan dilakukan.
e. Program
Setelah membuat
Rencana Strategi maka kita rangkum rencana tersebut menjadi sebuah program
kerja yang menjadi fokus utama dalam menjalankan organisasi.
2. Pengorganisasian
Dalam
tahap pengorganisasian yang dibutuhkan adalah SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai
senjata utama dalam menggerakan suatu kegiatan. Setelah membuat perencanaan
kegiatan maka kita membuat atau menyusun kepanitiaan dan pihak-pihak yang turut
bertangungjawab terhadap kegiatan tersebut.
3. Penggerakan
Dalam
tahap ini adalah tahap pelaksanaan kegiatan semua divisi yang telah dibentuk
membuat rencana yang akan dilaksanakan ke depannya sesuai dengan kewenangan divisi
masing-masing. Dalam tahap inilah sering muncul hambatan maka dari itu
disinilah dilatih kepemimpinan sesorang apakah dia mampu mengkoordinir
anggotanya atau tidak dan disini juga dilatih kedewasaan berfikir seseorang
bagaimana dia dalam menghadapi suatu masalah organisasi.
4. Pembinaan
Ketika masalah atau hambatan yang
dihadapinya belum terselesaikan atau panitia tidak mampu menyelesaikan hambatan
tersebut maka pihak ketua atau dewan pembimbing atau SC yang telah dibentuk turun
tangan atau memberi bimbingan atau pembinaan kepada panitia memberikan strategi
dalam menyelesaikan suatu masalah. Oleh karena itu SC yang dibentuk adalah
orang-orang yang berpengalaman dalam organisasi tersebut.
5. Penilaian
Dalam tahap ini adalah tahap evaluasi
setelah kegiatan berakhir maka semua panitia membuat forum diskusi yakni meluangkan
semua kelebihan dan kekurangan setiap divisi. Kelebihan dari setiap devisi
dijadikan contoh untuk kepanitian ke depannya sedangkan kekurangan tiap divisi
akan diperbaiki dalam kepanitiaan selanjutnya.
Budgeting
Sebelum kegiatan dilakukan perlu adanya
manajemen keuangan atau rincian-rincian keuangan yang dibutuhkan dalam kegiatan
tersebut agar keuangan tertata dengan baik tidak kelebihan maupun kekurangan.
Keberhasilan dana dalam suatu kegiatan tergantung dari manajemen keuangan yang
kita buat. Budget berarti anggaran sedangkan budgeting berarti pengurusan
anggaran. Dalam pengurusan anggaran yang harus dibentuk adalah RAB (Rancangan
Anggaran Belanja) sebagai dasar pedoman dalam memanajemen keuangan dalam suatu
organisasi.
Proses utama dalam budgeting yaitu antara lain:
1. Proker
hasil rapat koordinasi
Program kerja yang
merupakan hasil rapat koordinasi yang menjadi fokus utama dalam kepanitiaan
2. Identifikasi
Mengidentifikasi atau
menentukan apa yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut
3. Rincian
Anggaran
Membuat rincian
anggaran yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan
organisasi.
4. Penyusunan
draft anggaran
Setelah membuat
rincian anggaran yang dibutuhkan maka kita membuat penyusunan draft anggaran yang
berisi data-data atau list-list anggaran yang dibutuhkan selama kegiatan
5. Evaluasi
Anggaran
Setelah itu kita
evaluasi kembali anggaran yang telah dibuat dalam bentuk draft anggaran dan
mengoreksi atau merevisi kembali apa masih ada yang ingin ditambahkan atau
dikurangi.