Jumat, 26 Februari 2016



Adab-adab Dalam Membaca Al-Qu’an
Untuk mengamalkan isi Al-Qur’an hendaklah saudara memilki rasa cinta terhadapnya dengan cara membacanya setiap hari beserta dengan terjemahannya serta mengamalkan isinya. Nah, dalam membaca Al-Qur’an saudara harus mengetahui adab-adab dalam membaca Al-Qur’an
Adab Membaca Al-Qur’an:
1.      Suci dari hadast besar dan hadast kecil
Sebelum membaca Al-Qur’an hendaklah saudara mensucikan diri terlebih dahulu dengan cara berwudhu dan bukan dalam keadaan haid.
2.      Berpakaian sopan (menutup aurat)
Dalam membaca Al-Qur’an, saudara harus menghormatinya dengan cara menutup aurat dengan baik dan benar.
3.      Tempat Al-Qur’an ditinggikan
Posisi Al-Qur’an hendaklah lebih tinggi dari posisi pembaca karena Al-Qur’an berisi pedoman hidup dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman yang datang langsung dari Allah melalui Malaikat Jibril.
4.      Tidak membawa Al-Qur’an ke tempat yang kotor seperti di toilet dll.
Al-Qur’an adalah kitab Allah yang suci dan hendaknya dibawa dan disimpan di tempat yang suci pula.
5.      Membaca Al-Qur’an dengan tartil
Dalam membaca Al-Qur’an hendaklah memperhatikan cara membaca Al-Qur’an dengan benar yang sesuai dengan ilmu tajwid. Membaca satu huruf Al-Qur’an akan mendapat satu pahala.
6.      Mengamalakan isi Al-Qur’an
Setelah membaca Al-Qur’an dengan baik hendaklah saudara mengamalkan segala isinya dan mengajarkannya kepada orang lain.

Kamis, 24 Desember 2015



Inilah alasannya Islam melarang makan sambil berdiri

 

Teman-teman tahu tidak bahayanya jika kita makan atau minum sambil berdiri? Ternyata jika kita makan atau minum berdiri bisa menyebabkan penyakit loh...,. Dalam hadist dikatakan
 - لاَ ÙŠَØ´ْرَبَÙ†َّ Ø£َØ­َدٌ Ù…ِÙ†ْÙƒُÙ…ْ Ù‚َائِÙ…ًا
            “Sungguh janganlah salah seorang dari kamu minum sambil berdiri.”
            Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (6/110-111) dari Umar bin Hamzah: “Telah bercerita kepadaku Abu Ghithan Murri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Abu Hurairah berkata: “Telah bersabda Rasulullah e…, kemudian dia menyebutkan hadits itu dan menambahkan:
            “Barangsiapa yang lupa maka hendaklah memuntahkannya.”
Hal ini diperkuat juga dengan penelitian tentang bahaya makan atau minum sambil berdiri bahwa jika tubuh mengkonsumsi makanan atau minuman dengan cara duduk.
Berikut beberapa fakta ilmiah yang berhasil diungkapkan apabila makan dan minum sambil berdiri atau menggunakan tangan kiri.
1.      Dalam sebuah penelitian yang diadakan oleh salah satu ahli akupuntur, dibuktikan bahwa air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk lebih baik dibandingkan kita minum dengan cara berdiri.
Menurut penelitian tersebut, air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berbobot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum tersebut kemudian akan disalurkan ke pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu akan masuk tanpa disaring lagi dan bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika air langsung ke kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter, maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang menjadi salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.
2.      Minum sambil berdiri tidak akan menyegarkan tubuh kita secara optimal dan air yang terserap akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sehingga, air tersebut tidak dapat tersebar ke seluruh organ tubuh yang lain, karena tidak sempat terpompa oleh jantung. Padahal, seperti yang kita ketahui, 80% lebih dari tubuh kita terdiri dari air.
3.      Apabila kita makan sambil berdiri, maka akan terjadi reflux asam lambung. Dengan kata lain, asam lambung akan naik ke saluran esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. Iritasi sel kerongkongan ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pH 1-2,5) dan kadang ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada (disebut sebagai “Heartburn”). Bila kita tetap bandel membiasakan makan atau minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi dan menyebabkan kanker saluran esofagus.
   Oleh karena itu teman-teman perlu waspada dengan tidak membiasakan diri makan atau minum sambil berdiri karena selain dijelaskan dalam Islam juga telah dibuktikan oleh sebuah penelitian bahwa dengan makan atau minum sambil berdiri dapat menyebabkan penyakit seperti gangguan ginjal dan jantung.
Semoga bermanfaat...,




Selasa, 01 Desember 2015

selamat hari HIV/AIDS sedunia,,, hindari penyakitnya bukan orangnya

Senin, 10 Agustus 2015



Ketika diam tak lagi emas
Wahai Sahabat.., masih ingat tidak? Tujuan kita diciptakan, tak lain adalah untuk menyembah kepada Allah dengan cara beribadah kepada-Nya dan bermanfaat untuk orang lain. Mengapa kita harus membantu orang lain? Mengapa kita harus bermanfaat untuk orang lain atau makhluk lain?. Itu karena kita manusia. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini sebagai pengganti, penguasa dan pengatur semua liku-liku kehidupan. Allah memberikan kita tubuh yang sempurna, tenaga dan pikiran tak lain untuk digunakan dalam memakmurkan bumi bagaimana kita memanfaatkan bumi dan segala isinya demi keberlangsungan hidup umat manusia secara adil dan merata. Selain itu kita juga harus memelihara bumi. Memelihara bumi bukan hanya menjaga kelestarian alam namun memperbaiki tingkah laku dan moralitas manusia juga penting sesuai dengan firman Allah:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,” Aku hendak menjadikan khalifah (pengganti, pemimpin atau penguasa) di muka bumi.” Mereka berkata, “ Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu?”. Da berfirman, “ Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” . QS. Al-Baqarah: 30
            Maka dari itu, untuk mewujudkan peran tersebut dibutuhkan aktualisasi diri bagaimana kita mengenali diri sendiri, kemampuan yang kita miliki dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Karena dengan aktualisasi diri, memahami diri sendiri kita mampu menempatkan diri di tengah masyarakat sehingga kita dapat memberikan apa yang dibutuhkan oleh mereka sesuai skala kemampuan kita. Mengapa aktualisasi diri itu penting? Karena orang yang sukses adalah orang yang senantiasa mengaktualisasikan diri di tengah masayarakt maka dari itu aktualisasi diri adalah jembatan menuju kesuksesan, kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dan mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan itu akan berlanjut terus menerus.
            Banyak pepatah mengatakan bahwa aktualisasi diri itu penting. Dengan aktualisasi diri maka kita telah menjadi manusia yang sebenarnya sesuai dengan tujuan kita diciptakan. Sesuai dengan teori Abraham Maslow bahwa aktualisasi diri berada pada tingkat tertinggi setelah memenuhi tubuh yang sehat, jiwa yang sehat maka itu semua tidak akan hidup tanpa aktualisasi diri karena aktualisasi diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi.
Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana mewujudkan hal tersebut (aktualisasi diri), terkadang dalam mewujudkannya banyak rintangan yang harus dilalui rasa malas, kurang percaya diri, keegoisan semua itu harus dihilangkan kita harus optimis dan ikhlas menjalankannya semata-mata karena Allah. Jika segala sesuatu yang dilakukan hanya untuk beribadah kepada Allah maka ketika kita terjatuh atau gagal tidak ada rasa kekecewaan, kekhawatiran yang ada hanya ketenangan dan kedamaian. Namun jika segala sesuatu itu dilakukan hanya untuk dikenal oleh semua orang maka ketika kita terjatuh atau gagal maka yang ada hanyalah kehancuran bahkan bunuh diri.
Terlebih dahulu yang harus kita ketahui adalah potensi diri yang kita miliki, “jangan pernah menyembunyikan bakat anda karena bakat diciptakan untuk digunakan” menurut Benjamin Franklin kemudian asah kemampuanmu setiap hari. Dalam mengasah kemampuan yang dimiliki maka dibutuhkan sebuah wadah. Organisasi adalah wadah bagi orang-orang untuk mengaktualisasikan diri. Semua orang sukses terlahir dari sebuah organisasi. Dalam berorganisasilah kita dapat mengenal apa kemampuan kita dengan begitu kita mampu membangun eksistensi diri di tengah masayarakat.
Banyak organisasi yang menghimpun mahasiswa atau pelajar yang memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama baik itu organisasi dalam kampus maupun organisasi luar kampus. Organisasi selain sebagai wadah aktualisasi diri juga sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri ke masyarakat. Alhamdulillah saya sebagai penulis aktif di organisasi SIAGA NERS UNHAS (Squad of Disaster And Emergency Assistance Ners) sebuah organisasi kegawatdaruratan yang memiliki banyak program kerja di bidang sosial seperti HIPERTENSI (Hari Pemeriksaan Tensi Gratis), baksos, emergency camp, National Disaster Emergency Training dll. Di luar kampus ada beaustudi etos yang memiliki program kerja di bidang sosial seperti DESPRO (Desa Produktif) mengajar anak-anak di tingkat SD satu kali dalam sepekan, Festival Anak Sholeh, mengadakan seminar dan baksos bersama dengan warga setempat.
Dengan aktif di organisasi tersebut banyak manfaaat yang diperoleh kita menemukan jati diri sebenarnya dan mengetahui apa yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh mereka. Walaupun itu hanyalah hal yang kecil namun sangat membantu dan membuat kita terbiasa akan kepedulian sosial. Semua yang diberikan oleh Allah tubuh, pikiran, alam harus dikelolah dengan baik semua harus menyatu dengan kemauan demi membangun eksistensi diri di tengah masyarakat. Di era global ini bukan saatnya kita terdiam dan terpuruk dengan keadaan yang menimpa namun saatnya untuk bangkit dan bergerak suarakan kebebasan.