Ketika diam tak lagi emas
Wahai Sahabat.., masih ingat tidak? Tujuan
kita diciptakan, tak lain adalah untuk menyembah kepada Allah dengan cara
beribadah kepada-Nya dan bermanfaat untuk orang lain. Mengapa kita harus
membantu orang lain? Mengapa kita harus bermanfaat untuk orang lain atau makhluk
lain?. Itu karena kita manusia. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka
bumi ini sebagai pengganti, penguasa dan pengatur semua liku-liku kehidupan. Allah
memberikan kita tubuh yang sempurna, tenaga dan pikiran tak lain untuk
digunakan dalam memakmurkan bumi bagaimana kita memanfaatkan bumi dan segala
isinya demi keberlangsungan hidup umat manusia secara adil dan merata. Selain
itu kita juga harus memelihara bumi. Memelihara bumi bukan hanya menjaga
kelestarian alam namun memperbaiki tingkah laku dan moralitas manusia juga
penting sesuai dengan firman Allah:
“Dan (ingatlah)
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,” Aku hendak menjadikan khalifah
(pengganti, pemimpin atau penguasa) di muka bumi.” Mereka berkata, “ Apakah
Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana,
sedangkan kami bertasbih memuji-Mu?”. Da berfirman, “ Sungguh Aku mengetahui
apa yang tidak kamu ketahui.” . QS.
Al-Baqarah: 30
Maka
dari itu, untuk mewujudkan peran tersebut dibutuhkan aktualisasi diri bagaimana
kita mengenali diri sendiri, kemampuan yang kita miliki dan memperbaiki diri ke
arah yang lebih baik. Karena dengan aktualisasi diri, memahami diri sendiri
kita mampu menempatkan diri di tengah masyarakat sehingga kita dapat memberikan
apa yang dibutuhkan oleh mereka sesuai skala kemampuan kita. Mengapa
aktualisasi diri itu penting? Karena orang yang sukses adalah orang yang
senantiasa mengaktualisasikan diri di tengah masayarakt maka dari itu
aktualisasi diri adalah jembatan menuju kesuksesan, kita mendapatkan apa yang
kita butuhkan dan mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan itu akan
berlanjut terus menerus.
Banyak
pepatah mengatakan bahwa aktualisasi diri itu penting. Dengan aktualisasi diri
maka kita telah menjadi manusia yang sebenarnya sesuai dengan tujuan kita
diciptakan. Sesuai dengan teori Abraham Maslow bahwa aktualisasi diri berada
pada tingkat tertinggi setelah memenuhi tubuh yang sehat, jiwa yang sehat maka
itu semua tidak akan hidup tanpa aktualisasi diri karena aktualisasi diri
merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi.
Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana mewujudkan
hal tersebut (aktualisasi diri), terkadang dalam mewujudkannya banyak rintangan
yang harus dilalui rasa malas, kurang percaya diri, keegoisan semua itu harus
dihilangkan kita harus optimis dan ikhlas menjalankannya semata-mata karena
Allah. Jika segala sesuatu yang dilakukan hanya untuk beribadah kepada Allah
maka ketika kita terjatuh atau gagal tidak ada rasa kekecewaan, kekhawatiran
yang ada hanya ketenangan dan kedamaian. Namun jika segala sesuatu itu
dilakukan hanya untuk dikenal oleh semua orang maka ketika kita terjatuh atau
gagal maka yang ada hanyalah kehancuran bahkan bunuh diri.
Terlebih dahulu yang harus kita ketahui
adalah potensi diri yang kita miliki, “jangan
pernah menyembunyikan bakat anda karena bakat diciptakan untuk digunakan”
menurut Benjamin Franklin kemudian asah kemampuanmu setiap hari. Dalam mengasah
kemampuan yang dimiliki maka dibutuhkan sebuah wadah. Organisasi adalah wadah
bagi orang-orang untuk mengaktualisasikan diri. Semua orang sukses terlahir
dari sebuah organisasi. Dalam berorganisasilah kita dapat mengenal apa
kemampuan kita dengan begitu kita mampu membangun eksistensi diri di tengah
masayarakat.
Banyak organisasi yang menghimpun
mahasiswa atau pelajar yang memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama baik itu
organisasi dalam kampus maupun organisasi luar kampus. Organisasi selain
sebagai wadah aktualisasi diri juga sebagai wadah bagi mahasiswa untuk
mengabdikan diri ke masyarakat. Alhamdulillah saya sebagai penulis aktif di
organisasi SIAGA NERS UNHAS (Squad of Disaster And Emergency Assistance Ners)
sebuah organisasi kegawatdaruratan yang memiliki banyak program kerja di bidang
sosial seperti HIPERTENSI (Hari Pemeriksaan Tensi Gratis), baksos, emergency camp, National Disaster Emergency
Training dll. Di luar kampus ada beaustudi etos yang memiliki program kerja
di bidang sosial seperti DESPRO (Desa Produktif) mengajar anak-anak di tingkat
SD satu kali dalam sepekan, Festival Anak Sholeh, mengadakan seminar dan baksos
bersama dengan warga setempat.
Dengan aktif di organisasi tersebut banyak
manfaaat yang diperoleh kita menemukan jati diri sebenarnya dan mengetahui apa
yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh mereka. Walaupun itu hanyalah hal yang
kecil namun sangat membantu dan membuat kita terbiasa akan kepedulian sosial. Semua
yang diberikan oleh Allah tubuh, pikiran, alam harus dikelolah dengan baik
semua harus menyatu dengan kemauan demi membangun eksistensi diri di tengah
masyarakat. Di era global ini bukan saatnya kita terdiam dan terpuruk dengan
keadaan yang menimpa namun saatnya untuk bangkit dan bergerak suarakan
kebebasan.