Senin, 10 Agustus 2015



Ketika diam tak lagi emas
Wahai Sahabat.., masih ingat tidak? Tujuan kita diciptakan, tak lain adalah untuk menyembah kepada Allah dengan cara beribadah kepada-Nya dan bermanfaat untuk orang lain. Mengapa kita harus membantu orang lain? Mengapa kita harus bermanfaat untuk orang lain atau makhluk lain?. Itu karena kita manusia. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini sebagai pengganti, penguasa dan pengatur semua liku-liku kehidupan. Allah memberikan kita tubuh yang sempurna, tenaga dan pikiran tak lain untuk digunakan dalam memakmurkan bumi bagaimana kita memanfaatkan bumi dan segala isinya demi keberlangsungan hidup umat manusia secara adil dan merata. Selain itu kita juga harus memelihara bumi. Memelihara bumi bukan hanya menjaga kelestarian alam namun memperbaiki tingkah laku dan moralitas manusia juga penting sesuai dengan firman Allah:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,” Aku hendak menjadikan khalifah (pengganti, pemimpin atau penguasa) di muka bumi.” Mereka berkata, “ Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu?”. Da berfirman, “ Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” . QS. Al-Baqarah: 30
            Maka dari itu, untuk mewujudkan peran tersebut dibutuhkan aktualisasi diri bagaimana kita mengenali diri sendiri, kemampuan yang kita miliki dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Karena dengan aktualisasi diri, memahami diri sendiri kita mampu menempatkan diri di tengah masyarakat sehingga kita dapat memberikan apa yang dibutuhkan oleh mereka sesuai skala kemampuan kita. Mengapa aktualisasi diri itu penting? Karena orang yang sukses adalah orang yang senantiasa mengaktualisasikan diri di tengah masayarakt maka dari itu aktualisasi diri adalah jembatan menuju kesuksesan, kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dan mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan itu akan berlanjut terus menerus.
            Banyak pepatah mengatakan bahwa aktualisasi diri itu penting. Dengan aktualisasi diri maka kita telah menjadi manusia yang sebenarnya sesuai dengan tujuan kita diciptakan. Sesuai dengan teori Abraham Maslow bahwa aktualisasi diri berada pada tingkat tertinggi setelah memenuhi tubuh yang sehat, jiwa yang sehat maka itu semua tidak akan hidup tanpa aktualisasi diri karena aktualisasi diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi.
Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana mewujudkan hal tersebut (aktualisasi diri), terkadang dalam mewujudkannya banyak rintangan yang harus dilalui rasa malas, kurang percaya diri, keegoisan semua itu harus dihilangkan kita harus optimis dan ikhlas menjalankannya semata-mata karena Allah. Jika segala sesuatu yang dilakukan hanya untuk beribadah kepada Allah maka ketika kita terjatuh atau gagal tidak ada rasa kekecewaan, kekhawatiran yang ada hanya ketenangan dan kedamaian. Namun jika segala sesuatu itu dilakukan hanya untuk dikenal oleh semua orang maka ketika kita terjatuh atau gagal maka yang ada hanyalah kehancuran bahkan bunuh diri.
Terlebih dahulu yang harus kita ketahui adalah potensi diri yang kita miliki, “jangan pernah menyembunyikan bakat anda karena bakat diciptakan untuk digunakan” menurut Benjamin Franklin kemudian asah kemampuanmu setiap hari. Dalam mengasah kemampuan yang dimiliki maka dibutuhkan sebuah wadah. Organisasi adalah wadah bagi orang-orang untuk mengaktualisasikan diri. Semua orang sukses terlahir dari sebuah organisasi. Dalam berorganisasilah kita dapat mengenal apa kemampuan kita dengan begitu kita mampu membangun eksistensi diri di tengah masayarakat.
Banyak organisasi yang menghimpun mahasiswa atau pelajar yang memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama baik itu organisasi dalam kampus maupun organisasi luar kampus. Organisasi selain sebagai wadah aktualisasi diri juga sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri ke masyarakat. Alhamdulillah saya sebagai penulis aktif di organisasi SIAGA NERS UNHAS (Squad of Disaster And Emergency Assistance Ners) sebuah organisasi kegawatdaruratan yang memiliki banyak program kerja di bidang sosial seperti HIPERTENSI (Hari Pemeriksaan Tensi Gratis), baksos, emergency camp, National Disaster Emergency Training dll. Di luar kampus ada beaustudi etos yang memiliki program kerja di bidang sosial seperti DESPRO (Desa Produktif) mengajar anak-anak di tingkat SD satu kali dalam sepekan, Festival Anak Sholeh, mengadakan seminar dan baksos bersama dengan warga setempat.
Dengan aktif di organisasi tersebut banyak manfaaat yang diperoleh kita menemukan jati diri sebenarnya dan mengetahui apa yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh mereka. Walaupun itu hanyalah hal yang kecil namun sangat membantu dan membuat kita terbiasa akan kepedulian sosial. Semua yang diberikan oleh Allah tubuh, pikiran, alam harus dikelolah dengan baik semua harus menyatu dengan kemauan demi membangun eksistensi diri di tengah masyarakat. Di era global ini bukan saatnya kita terdiam dan terpuruk dengan keadaan yang menimpa namun saatnya untuk bangkit dan bergerak suarakan kebebasan.